Wednesday, April 23, 2014

Tips Jalan-jalan Hemat



Backpacker dan traveler sejenis dilarang baca ini. Hehehe... Beberapa teman masih tidak percaya, “Kok bisa sih sering berpergian ke luar negeri?”. Biasanya saya menjawab diplomatis, “Jaman sekarang, nggak harus punya banyak duit buat jalan-jalan ke luar negeri”. Selanjutnya saya menerangkan kalo saya berdomisili di Pulau Batam dimana perjalanan ke Singapore dan Malaysia jauuuuhhh lebih murah daripada perjalanan pulang kampung ke tanah Jawa. Nah, kedua negara ini merupakan homebase dua maskapai yang sering ngasih tiket super murah, Tiger Airways dan Air Asia. Maskapai-maskapai berjenis Low Cost Carier inilah yang sudah sangat berjasa mewujudkan mimpi saya keliling dunia.

Di atas nanti pegangan yang kenceng, ya Bang!
 
Posting-an pendek kali ini berisi tentang jawaban-jawaban atas pertanyaan di atas. Ya bisa dibilang tips buat temen-temen yang kepengen jalan-jalan ke luar negeri. Tapi di sini saya nggak akan ngomongin tentang nasionalisme yah... Nanti bakalan panjang debatnya. Hehehe...

Tuesday, April 22, 2014

Menjemput Salju di Jungfraujoch

Sebagai makhluk yang tinggal di negara tropis, pengalaman pertama bertemu dengan salju tentu akan sangat menyenangkan. Ini juga yang saya alami ketika berada di Swiss. Saya pertama kali melihat salju ketika pesawat Swiss Air yang saya tumpangi akan mendarat di Zurich. Beberapa saat sebelum mendarat, saya yang sengaja memilih untuk duduk di dekat jendela, melihat pegunungan yang puncaknya berwarna putih. Itulah pertemuan pertama saya dengan salju setelah sebelumnya hanya bisa melihatnya melalui media elektronik.

Dua hari kemudian, saya sudah berada di Interlaken. Kalo sebelumnya saya cuman bisa lihat salju di kejauhan, kali ini saya kepengen ngelihat dari dekat. Swiss bersama Austria, Jerman, Italia, Slovenia dan Liechstenstein memang dilalui Pegunungan Alpen yang memiliki banyak puncak berselimut salju abadi. Untuk mencapainya, kita nggak perlu susah payah mendaki karena sudah disediakan kereta bergerigi ataupun kereta gantung. Dari Interlaken, titik tertinggi yang bisa dicapai dengan kereta adalah Jungfraujoch.

Untuk menaiki kereta menuju Jungfraujoch, saya harus merogoh kocek cukup dalam. Inilah tiket kereta termahal yang pernah saya beli. Harganya kalau di-rupiah-kan mungkin sekitar satu setengah juta. Itupun udah termasuk diskon karena saya pemegang Eurail Global Pass. Kalo nggak pake Eurail Pass, harganya bisa mencapai dua jutaan. Tapi jangan berkecil hati dulu. Kalo kita mempertimbangkan teknologi yang disediakan sehingga kita bisa mencapai ketinggian di atas 3000 meter tanpa melakukan pendakian, ditambah lagi panorama spektakuler sepanjang perjalanan, harga segitu menurut saya cukup pantas.


Percayalah, ini bukan download dari internet (Perjalanan Lauterbrunnen-Kleine Scheidegg).


Wednesday, April 16, 2014

Bukan Waktu yang Tepat untuk Melaut

Banyak orang kalo pergi ke Hongkong, pasti ke Macau. Demikian juga sebaliknya. Ini karena kedua negara SAR (Special Administrative Region) ini letaknya berdekatan. Dan kabar baiknya, bagi pemegang paspor RI, kedua negara ini memberlakukan bebas visa. Biasanya kalo ke Hongkong dan Macau, mampir juga ke Shenzen. Kita bisa masuk Shenzen Economic Zone dengan Visa on Arrival (VOA). Meskipun ya agak angin-anginan. Kadang suka ditutup. Saya pernah kebagian apesnya waktu VOA ditutup. Udah keluar Hongkong, tapi ditolak masuk ke Shenzen. Terpaksa balik lagi ke Hongkong dan diwawancara dulu sama petugas imigrasi Hongkong sebelum diizinin masuk ke Hongkong.

Ngomongin tentang Hongkong dan Macau, kedua negara ini memiliki arus pergerakan manusia yang sangat tinggi. Dari Hongkong menuju Macau (dan sebaliknya), yang paling enak sih naik helicopter. Cepat dan nggak pake ngantre. Tapi harganya ya tahu sendiri doonng... Nah, yang paling murah meriah itu naik ferry. Ada banyak ferry yang menghubungkan antara Hongkong dan Macau. Jadwal keberangkatannya bisa beberapa kali dalam satu jam. Dan jadwal operasionalnya pun 24 jam. Pelabuhannya juga ada banyak. Dan yang mau saya ceritain di sini adalah rute ferry dari Macau menuju Hongkong International Airport (HKIA). Untuk rute ini emang operasionalnya nggak 24 jam dan intensitasnya nggak terlalu banyak. Jadi musti pandai-pandai menyesuaikan dengan waktu keberangkatan pesawat.

Hongkong-Macau Ferry