Sunday, January 24, 2016

Kereta Api Penumpang Terpanjang di Indonesia

Minggu lalu saya berkesempatan naik Kereta Api Kertajaya Tambahan untuk perjalanan dari Jakarta menuju Semarang. Kereta api ini diluncurkan untuk mengatasi lonjakan penumpang pada saat libur natal dan tahun baru. Tadinya saya kurang begitu tertarik menaiki kereta api ini karena saat itu harga tiketnya hampir dua kali lipat dari Kereta Api Tawang Jaya yang biasa saya naiki. Tapi pembicaraan dengan penumpang lain pada saat saya pulang ke Semarang beberapa pekan sebelumnya membuat saya tertarik mencoba naik kereta api ini.

Kereta Api Kertajaya Tambahan ternyata bukan hanya sekadar kereta api penumpang biasa. Kereta api ini memiliki 14 gerbong penumpang  sehingga total dapat mengangkut 1.484 penumpang sekali jalan (masing-masing gerbong berkapasitas 106 penumpang). Luar biasa! Normalnya kereta api penumpang di Indonesia hanya terdiri dari 8 gerbong penumpang saja. Beberapa kereta api kelas campuran Ekonomi-Bisnis-Eksekutif (KA Gumarang, Harina, dsb) secara total paling hanya mengangkut 12 gerbong saja.
 
KA Kertajaya (Tambahan)


Saturday, January 23, 2016

Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya

Bandara Juanda (Kode IATA:SUB) terletak di selatan Surabaya atau tepatnya di Kabupaten Sidoarjo. Bandara ini memiliki dua buah terminal, yakni Terminal 1 yang melayani penerbangan domestik selain Garuda Indonesia dan Air Asia, serta Terminal 2 yang melayani penerbangan domestik khusus kedua maskapai tersebut dan seluruh penerbangan internasional. Bandara Juanda juga merupakan bandara tersibuk kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta. Pada tahun 2013 lalu, pergerakan penumpang sudah mencapai 17 juta penumpang per tahun. Terminal 1 yang sebenarnya masih lumayan baru karena dibuka pada tahun 2006 sudah terlihat sangat overload. Kapasitas terminal yang terletak di sebelah utara runway ini hanya untuk 6 juta penumpang per tahun.

Pada tahun 2014 lalu, diresmikan Terminal 2 Bandara Juanda yang didirikan di bekas bangunan terminal lama (sebelum dibangun Terminal 1), yakni di selatan runway. Terminal 2 ini dibangun dengan konsep modern meskipun kapasitasnya tidak terlalu besar, yakni hanya dapat menampung 6 juta penumpang per tahun. Bangunan terminal ini dibangun untuk sekadar mengurangi kepadatan Terminal 1. Sementara itu, pada tahun 2016 ini akan dimulai tahapan pembangunan Terminal 3 yang diharapkan dapat membuat kapasitas Bandara Juanda menjadi 75 juta penumpang per tahun.
Terminal 2 Bandara Juanda

Friday, January 22, 2016

Kereta Api Bandara Kuala Namu

Kereta api menjadi salah satu alternatif transportasi yang menghubungkan Bandara Kuala Namu dengan pusat kota Medan. Kereta api ini sering disebut sebagai yang pertama di Indonesia. Bisa jadi benar jika yang dimaksud adalah kereta api yang khusus hanya untuk melayani penumpang dari pusat kota menuju bandara. Sementara itu jika yang dimaksud adalah bandara yang dapat diakses dengan kereta api, Indonesia sudah memiliki Bandara Adisucipto yang terkoneksi dengan Stasiun Maguwo. Hanya saja, kereta api menuju Stasiun Maguwo merupakan kereta api lokal yang tidak dikhususkan mengangkut penumpang dari dan menuju bandara. Kebetulan saja rute yang dilalui kereta api ini melewati Stasiun Maguwo yang terletak persis di depan bandara.

Sebagai traveler yang menyukai kereta api, dapat dikatakan saya pernah mencoba seluruh tipe kereta yang ada di Indonesia ditambah beberapa tipe di luar negeri. Pada posting­-an sebelumnya tentang kereta api terbaik di Indonesia, saya berpendapat bahwa juaranya adalah KA Argo Bromo Anggrek. Untuk kereta api penumpang jarak jauh di pulau Jawa memang rasanya tidak ada yang bisa mengalahkan kenyamanan kereta api ini. Sementara itu jika yang ditanya adalah kereta api penumpang jarak dekat, saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa yang terbaik saat ini adalah kereta api Bandara Kuala Namu.
Kereta Api Bandara Kuala Namu


Saturday, January 16, 2016

Bandara Kuala Namu Medan

Bandara Kuala Namu (Kode IATA:KNO) terletak sekitar 39 kilometer dari kota Medan atau tepatnya di Kabupaten Deli Serdang. Bandara yang menjadi hub kawasan Indonesia barat ini bisa dikatakan sebagai bandara yang benar-benar baru karena baru diresmikan pada tahun 2013 lalu. Sebelumnya, penerbangan dari dan menuju Medan dilayani di Bandara Polonia yang terletak di pusat kota Medan. Bandara Polonia memang sudah sangat kepayahan melayani penumpang. Bandara ini hanya dirancang untuk melayani 900 ribu penumpang per tahun, namun dipaksa melayani 8 juta penumpang per tahun. Sementara itu untuk mengekspansi bangunan terminal Bandara Polonia tidak memungkinkan karena letaknya yang di pusat kota dan dikelilingi pemukiman padat. Karena hal itulah, pemerintah melalui PT.Angkasa Pura II membangun Bandara Kuala Namu untuk menggantikan peran Bandara Polonia. Sementara Bandara Polonia kini dikembalikan fungsinya menjadi Pangkalan Udara Militer bernama Lanud Soewondo.
Ornamen rumah adat berpadu dengan unsur modern bandara

Bandara Kuala Namu direncanakan akan memiliki dua buah runway dan terminalnya dapat melayani 25 juta penumpang per tahun. Namun untuk tahap I, baru satu buah runway yang dibangun dan terminal penumpangnya baru dapat melayani 9 juta penumpang per tahun. Padahal jumlah penumpang per tahun di bandara ini sekarang sudah di atas 8 juta. Tampaknya pembangunan tahap II harus mulai dilakukan. Meskipun baru tahap I, bukan berarti Bandara Kuala Namu kehilangan pesonanya. Bandara ini dilengkapi fasilitas baggage handling system seperti bandara di Balikpapan dan Bali. Bangunan terminal pun berdiri megah dan berkonsep eco airport. Bandara Kuala Namu juga terhubung dengan kereta api menuju pusat kota Medan. Sementara jalan bebas hambatan saat ini tengah dibangun.


Friday, January 15, 2016

Bandara Ngurah Rai Bali (2)




Terminal Domestik
Walaupun menempati bekas bangunan terminal internasional, bukan berarti terminal domestik tidak mengalami renovasi. Bahkan renovasi yang dilakukan tak kalah heboh dengan renovasi terminal internasional. Tiga tahun lalu saat terbang dari Bali menuju Singapura, saya menggunakan bangunan terminal ini. Dan saat kembali ke bangunan yang sama beberapa waktu lalu, saya nyaris tidak mengenali bangunan terminal lamanya.

Terminal kedatangan dan keberangkatan domestik Bandara Ngurah Rai menempati lantai yang sama, yakni lantai 1. Jika datang dari luar area bandara, setelah melewati terminal internasional, kita akan melewati terminal kedatangan domestik terlebih dahulu baru kemudian terminal keberangkatannya.
Terminal Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Rai Bali