Wednesday, January 7, 2015

Selamat Tinggal Tiket Promo

Akhir tahun 2014 lalu dunia penerbangan kembali berduka karena jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 dalam penerbangannya dari Surabaya menuju Singapura. Melalui posting-an ini saya ingin menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Selanjutnya saya juga memberikan penghargaan yang tinggi kepada pemerintah atas kecepatan dan dedikasinya dalam mencari korban maupun puing pesawat termasuk black box. Hanya satu hal yang terasa sangat mengganggu, yakni telah ditandatanganinya Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur kebijakan tarif batas bawah minimal 40 persen dari tarif batas atas.

Mungkin saat tulisan ini di-publish, peraturan tersebut belum melalui proses yang membuatnya mulai diberlakukan. Informasi mengenai hal ini baru saya peroleh melalui pernyataan Menteri Perhubungan di media massa. Memang dengan hadirnya era keterbukaan informasi, kita harus selektif dalam mempercayai suatu pemberitaan di media massa. Karena memang banyak bermunculan media yang hanya mengejar sensasi dengan judul yang bombastis namun isinya dangkal atau malah hoax. Namun kali ini, beritanya saya peroleh dari media elektronik terpercaya seperti Detik, CNN Indonesia, dan Kompas. Diberitakan, tarif batas bawah yang diperkenankan yakni 40 persen dari tarif batas atas. Ini artinya, kita tidak akan pernah lagi menemukan tiket promo.
 
Air Asia, Maskapai LCC terbaik dunia

Wednesday, December 31, 2014

Selamat Tahun Baru 2015

Tak terasa kita sudah tiba di penghujung tahun 2014. Tahun ini mungkin bisa dikatakan sebagai tahun terbaik saya sebagai blogger. Jumlah entri saya dalam setahun mencapai 56 atau dua kali lebih banyak daripada entri tahun-tahun sebelumnya. Banyak teman yang menduga bahwa tahun ini saya traveling tiada henti. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Sepanjang tahun 2014 ini, saya hanya satu kali traveling yang syukur alhamdulillah dapat dikatakan sebagai penyempurna, yakni beribadah umroh ke tanah suci. Sudah puluhan negara saya lalui dengan biaya yang kalau dijumlahkan mungkin bisa digunakan untuk umroh berkali-kali atau bahkan berangkat haji. Namun selama itu pula saya seperti terlena dan melupakan perjalanan wajib bagi umat muslim yang mampu. Dan baru pada tahun 2014 ini saya tersadar dan meneguhkan hati untuk sedikit menyisihkan waktu dan biaya untuk pergi beribadah ke tanah suci. Pada pertengahan tahun, saya sempat pula berkunjung ke Kalimantan. Namun itu hanya perjalanan bisnis singkat dan dapat dikatakan tak ada waktu untuk traveling. Selebihnya, saya hanya melakukan perjalanan mingguan antara Jakarta dan Semarang.

Ada beberapa hal yang membuat saya jadi jarang traveling. Namun yang utama adalah karena kesibukan kerja dan kuliah. Setiap hari kerja, sebanyak dua pertiga hari saya habiskan di luar rumah. Sementara pada akhir pekan, saya memanfaatkannya untuk pulang kampung ke Semarang. Memang, sebagai seorang travel addict saya merasa ada yang kurang jika tidak berpergian ke suatu kota/negara yang belum pernah dikunjungi. Tapi dengan jarang traveling, saya jadi produktif menulis blog. Tahun-tahun sebelumnya memang saya sering traveling, tapi jarang nulis. Dan pengalaman perjalanan yang belum sempat saya tulis itulah yang saya ingat dan tuliskan sebagai entri blog tahun 2014 ini. Mudah-mudahan tahun 2015 nanti saya bisa produktif juga seperti tahun ini. Dan sepertinya saya perlu liburan  :D

HAPPY NEW YEAR teman-temaannn.... :D

Friday, December 19, 2014

Berapa Biaya Perjalanan ke Eropa?

Setelah sebelumnya saya menulis tentang itinerary ke Eropa, kali ini saya ingin menjawab pertanyaan yang sering sekali diajukan kepada saya. Berapa biaya perjalanan ke Eropa? Mari kita bedah satu per satu.

Tiket Pesawat
Inilah pos pengeluaran terbesar dari perjalanan ke Eropa. Dan jadi lebih besar lagi karena kurs Rupiah saat ini sedang lemah. Harga tiket pesawat ke Eropa rata-rata sekitar USD800 s.d 1.200 atau antara Rp 10juta s.d 14juta. Namun bukan berarti tidak pernah lebih murah dari itu. Kalau tiket dari Jakarta mahal, coba cari tiket dari Singapura ataupun Kuala Lumpur. Ini karena tiket menuju kedua kota tersebut dari beberapa kota di Indonesia relatif murah dan dari kedua kota tersebut relatif sering ada tiket promo ke Eropa. Saya sendiri pernah memperoleh tiket seharga SGD900-1.000 untuk penerbangan dari Singapura. Jadi kesimpulannya, rajin-rajinlah mencari alternatif kota keberangkatan. Jangan hanya terpaku dengan Jakarta saja.

Dimana mencarinya? Untuk mempermudah, bisa menggunakan situs pencarian seperti www.skyscanner.co.id dan sejenisnya. Situs tersebut akan membantu mengkompilasikan situs-situs maskapai dan agen perjalanan sehingga memudahkan kita. Jika sudah ketemu tarif, rute dan jadwal yang cocok, kita akan diarahkan menuju masing-masing situs maskapai atau agen perjalanan yang dipilih. Namun terkadang harga yang tertera di situs ini belum ter-update.

Biaya Terbesar: Tiket Pesawat ke Eropa

Friday, December 12, 2014

Garuda Indonesia Kini Maskapai Bintang Lima



Di penghujung tahun 2014 ini maskapai Garuda Indonesia memberikan kado yang indah bagi rakyat Indonesia. Pada hari Kamis 11 Desember 2014, Skytrax mengumumkan bahwa Garuda Indonesia masuk ke dalam maskapai penerbangan bintang lima. Skytrax merupakan lembaga pemeringkat bandara dan maskapai penerbangan global yang berbasis di Inggris. Garuda Indonesia sendiri sebelumnya telah berulang kali menerima penghargaan dari Skytrax. Di antaranya 4 Star Airline SKYTRAX 2010”, “World’s Most Improved Airline 2010”, “Best Regional Airline in Asia 2012”,  "The World's Best Regional Airline 2012", "The Top Five Economy Class Airline 2012", "Best Economy Class Airline Seat 2013", "World's Best Economy Class 2013", “The World's Best Airline Cabin Crew 2014”, dan yang terbaru adalah 5 Star Airline SKYTRAX 2014. Kini Garuda Indonesia sejajar dengan maskapai-maskapai kelas dunia yang sebelumnya telah meraih penghargaan ini seperti Singapore Airlines, Cathay Pacific Airways, Qatar Airways, Asiana Airlines, Hainan Airlines, All Nippon Airways, dan Malaysia Airlines.

Congratulation Garuda Indonesia, The Airline of Indonesia.

www.garuda-indonesia.com

www.airlinequality.com

Saturday, November 22, 2014

Itinerary 18 Hari di Eropa



Setelah sebelumnya tentang “Itinerary 10 Hari di Eropa” dan “Itinerary 15 Hari di Eropa”, kali ini saya ingin berbagi tentang Itinerary selama 18 Hari di Eropa. Perjalanan selama ini mungkin jarang dilakukan oleh pekerja kantoran di Indonesia. Soalnya 18 hari itu kalau ditambah hari keberangkatan dan tiba di Indonesia itu 20 hari atau hampir 3 minggu. Saya sendiri bisa melakukan perjalanan ini setelah bekerja selama beberapa tahun sehingga memperoleh hak cuti tanpa dibayar. Jumlahnya maksimal dua bulan. Tapi cuman saya ambil sebulan aja. Kalo diambil dua bulan, bisa-bisa rumah saya didatengin debt collector karena nggak bisa bayar utang. Hehehe...

Kota terlama yang saya kunjungi adalah Roma (5 hari), Istanbul (4 hari), juga Amsterdam dan sekitarnya (4 hari). Di kota Paris yang merupakan salah satu kota tujuan favorit malah cuman numpang lewat. Demikian halnya kota Venice. Saya belum menjadikannya prioritas. Perubahan itinerary pada akhir perjalanan (menuju Berlin) membuat saya harus memotong jumlah hari di Paris. Saya memaksakan diri ke Berlin karena ingin menonton pertunjukan wayang dari salah satu dhalang muda terbaik Indonesia.

Sunset in Istanbul

Rute perjalanan: Amsterdam-Rotterdam-Delft-Amsterdam-Istanbul-Capadoccia-Istanbul-Roma-Venice-Paris-Amsterdam-Berlin-Amsterdam-Eindhoven-Amsterdam