Wednesday, November 21, 2012

Nyamannya Airbus A380 Thai Airways


Tahu donk pesawat Airbus A380? Itu lhoo,,, pesawat double deck pabrikan Airbus. Waktu tipe pesawat ini terbang komersil pertama kali tahun 2007, saya cuman bisa mimpi doank. Boro-boro naik tu pesawat, naik pesawat aja boleh jadi masih mewah banget bagi saya. Awal 2010, waktu saya pertama kali mendarat di Changi Airport Singapore, keinginan saya semakin menjadi-jadi untuk bisa naik pesawat ini. Waktu itu saya ngeliat beberapa Airbus A380 milik Singapore Airlines parkir di apron Terminal 3 Changi. Beberapa bulan kemudian, saya sempet hampir nekat beli tiket Singapore Airlines tujuan Hongkong euy.. Waktu itu Singapore Airlines lagi ada promo tiket Singapore-Hongkong PP ”cuma” Rp 3,5jutaan. Tapi rencana nekat saya nggak jadi terealisasi karena saya nemu tiket Mandala Air Jakarta-Hongkong PP Rp 296ribu. Yaahh,,, gimanapun juga, isi dompetlah yang menentukan. Hehehe...

Agustus 2012, seperti yang udah saya tulis di postingan sebelumnya, mimpi saya naik A380 yang sempat meredup kembali menyala-nyala gara-gara A380 Qantas dialihkan ke Batam. Dan akhirnya kesempatan itu datang juga. Awal Oktober 2012, A380 milik Thai Airways melakukan penerbangan komersil pertamanya dengan rute Bangkok-Hongkong-Bangkok-Singapore-Bangkok. Kebetulan banget mereka kasih tiket promo yang saat itu lebih murah dari tiket Air Asia maupun Jetstar serta hanya sedikit lebih mahal daripada Tiger Airways. Nggak pake mikir, langsung saya eksekusi tiket Singapore-Bangkok-Singapore. Kebetulan banget saya belum pernah ke Bangkok.
  
Dan tiba juga hari-H. Sesampainya di Terminal 1 Changi Airport, saya langsung menuju meja check in Thai Airways. Setelah nyerahin print out tiket dan paspor, saya langsung nyeletuk, “Can I request a window seat on the upper deck? No. 77K if available”. Hahaha... kesempatan langka ini nggak boleh disia-siain doonk... Saya musti milih tempat duduk favorit saya. Karena posisi duduk menentukan prestasi. Hehehe... Kenapa saya pilih upper deck? Karena saya belum pernah duduk di upper deck. Tahun lalu waktu saya naik Boeing 747-400 milik Malaysia Airlines yang sama-sama double deck, saya duduk di dek bawah. Soalnya dek atas cuman buat kelas bisnis. Nah, A380 Thai Airways ini dek atasnya sebagian besar untuk kelas bisnis, sementara sebagian kecil di buritan buat kelas ekonomi.


Yeay!!! Duduk di upper deck A380 euy!!!
Setelah boarding pass di tangan dan sudah melewati immigration clearance, saya buru-buru ke ruang tunggu. Nggak berapa lama, sang ratu (A380) pun tiba dari Bangkok. Saat itulah kali pertama saya ngeliat A380 dengan livery Thai Airways. Sembari menunggu para penumpang dari Bangkok turun pesawat dan pesawat dibersihkan, saya foto-fotoin deh tu pesawat dari berbagai sudut pandang.

Itu pesawatku. Mana Pesawatmu?

A380 Thai Airways at T1 Changi Aiport

Garbarata yang belakang langsung ke upper deck

Panggilan boarding pun tiba. Seperti biasa saya musti sabar menunggu penumpang First Class dan Business Class naik pesawat duluan. Dan ketika giliran nomor tempat duduk saya dipanggil, saya segera melangkahkan kaki menuju garbarata. Perasaan deg-degan dan seneng itu kembali ada. Sama seperti waktu saya pertama kali naik pesawat wide body milik Singapore Airlines tahun lalu. Setibanya saya di pintu pesawat, para pramugari Thai Airways menyapa saya ramah, “Sawasdee”.

Detik-detik menjelang naik pesawat

Garbarata yang saya lewati ternyata nggak langsung menuju upper deck. Padahal waktu dipake buat nurunin penumpang tadi, garbaratanya langsung ke upper deck. Saya musti nyusurin lower deck dulu sampai belakang, baru naik tangga spiral menuju tempat duduk saya di upper deck. Nggak papalah. Saya malah seneng karena jadi bisa mengeksplor sebagian besar kabin pesawat.

Tangga Spiral menuju upper deck di bagian belakang pesawat
Tangganya difoto dari upper deck

Interior pesawat, termasuk seragam pramugari, mayoritas berwarna ungu. Di upper deck, karena dinding kabinnya miring, kursi yang deket jendela nggak nempel ke dinding. Ada sedikit space dan itu dipake buat ekstra bagasi kabin. Parkir di sebelah pesawat yang saya naiki adalah Boeing 777-300 milik Emirates. Pesawat yang udah segede gaban itu jadi berasa kecil dilihat dari upper deck A380. Hehehe...

Dinding kabinnya agak miring

Ada space buat naruh tas
Boeing 777-300 Emirates parkir di sebelah

Saat pushback (pesawat didorong mundur) pun tiba. Istimewanya A380, suara start engines nyaris nggak kedengeran euy!!! Getarannya halus banget. Pesawat saya pun taxi menuju runway. Saat takeoff ini yang paling mantap. Sama sekali nggak kerasa hentakan ke belakang. Mulus banget. Tiba-tiba udah ngangkat aja itu body. HOREEEE!!! Saya udah resmi terbang bersama Airbus A380-800 :D

Ini foto-foto lainnya

Push back

Kualitas standar aja. Suaranya merembes keluar

Ada sandaran kaki juga

Safety Instruction

Inflight Magazine

Nasi Ikan

Touch screen-nya empuk dan sensitif

Economy Class Upper Deck

Economy Class Upper Deck

Economy Class Upper Deck

Ada CCTV di setiap kabin

Economy Class Upper Deck

Economy Class Lower Deck

Economy Class Lower Deck

ARTIKEL TERKAIT:

18 comments:

  1. semua tipe pswt yg diimpikan uda dinaikin nih kyknyaa..hahai..impian qu juga tuh naik upper deck bii:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mimpiku sekarang naik Boeing 787 Qatar Airways ke London :D

      Delete
  2. hyaaaaa, pengen banget naik A380, baru kesampaian naik 747-400 aja :'(


    http://adiedoes.blogspot.com/2012/11/menumpang-boeing-747-400-garuda.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... Momennya samaan tuh... Pas lebaran haji kemarin ane sempet geer waktu masuk ruang tunggu udah tersedia Boeing 747-400 Garuda. Eh, ternyata oh ternyata, pesawatnya dipake buat ke Surabaya. Sementara pesawat yang ke Batam parkirnya agak jauhan so musti naik bus dulu. Nasiiib nasiiiib :D

      Nih fotonya, ane cuman naik bus yang di bawah itu
      https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10151168157218705&set=a.10151168155393705.458244.717013704&type=3&theater

      Delete
  3. Sombooooong naik double deck... Gw juga pernah weeeee :p *gamokalah

    ReplyDelete
  4. Thai Airways juara kalo menurut saya, sempet terbang pake ini juga. Makanan nya enak + minum wine nya bisa terus2an xixixiixix

    ReplyDelete
  5. heememmmm suatu hari akan aku coba jugaaa

    ReplyDelete
  6. waaaaaahhhhh pgn jg tuuuuuuhhhhhh sering bgt baca artikela380 kapan indonesia punya?padahal bagus tu liverynya garuda dipasang di a380 gagaahhhhhhhhh bgt cuyyyyyy bpk emirsah syatarr beliii donkkk masa kalah ma maling sia!!!!!!????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... Masih jauh nampaknya. Garuda harus memperkuat rute internasionalnya dulu.

      Delete
  7. waktu naik A380, seat occupancynya termasuk tinggi nggak ndra? iyaah,kebayang naik A380 seprti gmn... kemaren ke Makassar pake A330-200 nya GIA aja kerasa bgt bedanya.... pake wide body kelas emdium aja udah terasa more comfort, ndak bising.... ciamikkkkk bgt ya.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu naik A380 Thai Airways ini lumayan tinggi juga seat occupancy-nya. Mungkin sekitar 80-90 persen. Saya perhatiin, ada beberapa penumpang yang motivasinya sama kayak saya, ngicipin A380. Hehehe... Iya, saya juga habis ngicipin naik A330-200 nya Garuda Indonesia. Mantap!! :D

      Delete
  8. economy class upper deck almost like MAS A380 economy class upper deck. u should try MAS A380 business class front deck (only 18 seater)... flat bed

    ReplyDelete
    Replies
    1. But it cost me like my salary for a year. Hahaha... Just kidding. I have tried Economy Class A380 MAS a few months ago btw :D

      Delete